“Gak mau pulang. Aku masih mau main di sini.”

Kalimat itu terlontar dari Haidar, salah satu peserta Trial Class An Nisaa' Sekolahku berusia tiga tahun, saat kegiatan berakhir pada Sabtu (3/10/2026). Sambil terisak di area bermain outdoor, Haidar masih ingin melanjutkan aktivitasnya di sekolah.

Bagi Haidar, satu hari di sekolah rupanya belum cukup. Bermain, bertemu guru, mencoba berbagai aktivitas, hingga berinteraksi dengan teman baru membuat pengalaman pertamanya di lingkungan sekolah terasa menyenangkan.

Tangisan Haidar yang tidak ingin pulang mungkin terlihat seperti momen kecil di penghujung kegiatan. Namun, dari sana terlihat bagaimana pengalaman satu hari di sekolah dapat meninggalkan kesan bagi seorang anak.

Hari itu, ia datang sebagai anak yang sedang mencoba mengenal sekolah. Ia pulang dengan pengalaman bermain, belajar, membuat karya, bertemu guru dan teman baru—bahkan dengan keinginan untuk tinggal lebih lama.

Pada akhirnya, satu hari menjadi anak An Nisaa' Sekolahku bukan hanya tentang mencoba mengikuti kelas. Lebih dari itu, Trial Class menjadi langkah awal bagi anak untuk mengenal dunia sekolah melalui pengalaman yang dekat dengan dunianya: bermain, bereksplorasi, dan bertemu orang-orang baru.

50
+
Anak peserta
2
Lokasi
1–5
Tahun usia

Apa Saja yang Dilakukan Anak di Trial Class?

Momen Haidar yang ingin tinggal lebih lama menjadi salah satu gambaran keseruan Trial Class yang diikuti lebih dari 50 anak berusia 1–5 tahun. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini berlangsung di dua lokasi yang berbeda, yaitu An Nisaa' Sekolahku Taman Aster dan An Nisaa' Sekolahku Metland Cibitung.

Selama kegiatan, anak-anak dikenalkan dengan berbagai pembiasaan sederhana, seperti salam dan sapa serta menyimpan alas kaki pada tempatnya. Mereka kemudian mengikuti opening circle time, aktivitas sensori taktil, motorik halus, membuat karya seni, storytelling, hingga bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya.

Area bermain outdoor An Nisaa' Sekolahku
Bermain di Playground An Nisaa' Sekolahku

Menurut Kepala Divisi Pendidikan An Nisaa' Sekolahku, Dra. Era Zamona Chattar, Trial Class dirancang agar anak dan orang tua dapat mengenal lingkungan serta metode pembelajaran An Nisaa' Sekolahku secara langsung.

“Trial Class ini dirancang untuk memberikan informasi lingkungan serta metode belajar di An Nisaa' Sekolahku secara langsung. Orang tua dapat melihat bagaimana cara Bu Guru mendampingi Ananda selama kegiatan belajar sambil bermain,” ujarnya.

Kata Orang Tua Peserta

Hal itu juga dirasakan Mama Kainasuri, peserta Trial Class An Nisaa' Sekolahku Taman Aster. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu orang tua maupun anak mendapatkan gambaran mengenai lingkungan sekolah sebelum memulai pendidikan.

“Trial Class-nya bagus, jadi memperkenalkan lingkungan sekolah ke orang tua, terutama anak. Jadi bisa lihat gambaran juga, kira-kira kalau anak sekolah bagaimana,” ucapnya.

Pengalaman serupa disampaikan Mama Nadlyne, orang tua peserta Trial Class An Nisaa' Sekolahku Metland Cibitung. Ia melihat metode pembelajaran yang menyenangkan, guru yang ramah dan sabar, serta lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman. Ia juga mengapresiasi pengenalan nilai-nilai agama dalam kegiatan belajar.

“Dari segi metode pembelajarannya sangat seru, fun, tidak bikin Nadlyne jadi bosan. Based agama-nya sangat bagus. Alhamdulillah, sekolah An Nisaa' guru-gurunya ramah-ramah, sangat sabar, bagus dalam mengajarnya juga. Tempat dan lingkungannya bersih, rapi, dan nyaman,” jelasnya.

Pada dasarnya, Trial Class menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenal sekolah melalui bermain, belajar, dan bereksplorasi. Bagi orang tua, kegiatan ini juga membantu melihat bagaimana anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Informasi selengkapnya mengenai program sekolah dan pendaftaran Tahun Ajaran 2027/2028 dapat diperoleh dengan datang langsung ke sekolah atau menghubungi WhatsApp An Nisaa' Sekolahku di nomor 0877-4264-6815.